Postel Cabut 11 ‘Nyawa’ ISP

Jakarta – Ditjen Pos dan Telekomunikasi melakukan langkah tegas kepada belasan penyelenggara jasa internet (internet service provider/ISP) yang dianggap tak serius menjalankan bisnisnya. Tak tanggung-tanggung, regulator langsung mencabut ‘nyawa’ mereka.

‘Nyawa’ yang dimaksud adalah izin untuk menjalankan layanan yang selama ini mereka pegang. Ada 11 ISP yang menjadi korban pencabutan izin dengan berbagai latar belakang yang merundungnya.

Dikutip detikINET dari keterangan resmi Ditjen Postel, Kamis (23/7/2009), ada dua penyelenggara ISP yang dicabut izinnya karena tidak memenuhi kewajiban penyesuaian izin. Mereka adalah PT Arus Nawala dan PT Quantum Aksesindo Nusantara.

ISP yang dicabut izinnya karena kelalaian memenuhi kewajiban menyampaikan laporan kinerja operasi tahun 2007 ada 3 perusahaan. Yaitu, PT Enciety Binakarya Cemerlang, PT Sae Plus, dan PT Gapura Global Komunikasi.

Kemudian, untuk ISP yang dicabut izinnya karena permohonan sendiri ada 5 perusahaan antara lain: PT Telesindo Media Utama, PT Subur Sakti Putra, PT Metrodata Global Akses, PT Dayamitra Telekomunikasi, serta PT Uninet Bhaktinusa.

Sementara kelompok terakhir adalah ISP yang dicabut izinnya karena tidak beroperasi yang hanya diisi oleh satu perusahaan yakni PT Corbec Communication.

Kabag Humas dan Pusat Informasi Depkominfo mengatakan, data perizinan jasa multimedia yang terdapat di Ditjen Postel menunjukkan bahwa sampai dengan saat ini jumlah izin penyelenggaraan yang masih berlaku untuk ISP dimiliki oleh 172 perusahaan.

“Sedangkan untuk jasa interkoneksi internet (NAP/Network Access Point) izinnya dimiliki oleh 40 perusahaan, untuk jasa internet teleponi untuk keperluan publik (ITKP) oleh 25 perusahaan, dan untuk sistem komunikasi data (Siskomdat) oleh 7 perusahaan,” pungkasnya.

Advertisements

Microsoft Indonesia Mulai Gerilya Memburu Nahkoda

Cara Menghidupkan PC Hanya Dalam 10 Detik

Pernahkan PC anda bisa hidup hanya dalam 10 detik? Kalo belum pernah, coba trik yg satu ini. Proses Booting PC anda hanya dalam waktu 10 detik. Sementara ini masih aman. Silahkan Mencoba

1. Buka REGEDIT lalu
HKEY_LOACAL_MECHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\ContentIndex cari
“Startup Delay” — klik 2 kali — defaultnya 4800000 (75300:hexadecimal) ubah hadi 40000

2. Buka SYSEDIT.exe cari SYSTEM.ini — dibawah [386enh] taruh
Irq14=4096 <—- case sensitive

Free Download Games

REVOLUSI IQ/EQ/SQ ANTARA NEUROSAINS DAN AL QURAN

PARADIKMA BRAIN ANTARA NEUROSAINS DAN AL QURAN

Kita sering mengatakan dan mendengar bahwa manusia adalah mahluk yang paling sempurna di dunia ini, apakah kita tau dimana letak kesempurnan dari manusia itu sendiri?. Pertanyaan riangan ini belum tentu semua manusia dapat menjawab dan menjelaskannya. Ketika manusia sudah mulai berfikir tentang exsistensinya maka muncullah teori – teori tentang kesempurnan manusia, salah satunya pembahasan tentang otak manusia baik secara organ maupun non organ. Munculah teori tentang IQ (Intelegence Quotient) yang di perkenalkan oleh William Stern, pendapat ini dibantah oleh Daniel Goleman yang nyatakan IQ hanya menyumbangkan 5-10% saja dari kecerdasan manusia kemudian diperkenalkanlah konsep baru EI (Emosional Intelegences), Howard Gardner memperkenalkan Teori MI (Multiple Integence) yang menggabungkan antara IQ, EQ dan SQ dan masih banyak lagi konsep – konsep tentang otka manusia. Dalam teori MI disebutkan ada tujuh jenis kecerdasan yang harus dimiliki sebagai kunci sikses : linguistik (berbicara), Matermatik, spasial (pengenalan ruang), Kinestetik(gerak tubuh), musik, people smart (antar pribadi), self smart ( interpribadi), natural, eksistensia, dan spiritual dimana setiap orang memiliki kecerdasan yang berbeda – beda. Di Indonesia otak masih menjadi raksasa tidur yang belum di kelola secara matang. Secara kodrati manusia di berikan nafsu, akal (nous), nurani yang kesemuanya itu terinclude dalam Intelegen, emosional dan spiritual. Yang sekarang masih umum di kembangkan di Indonesia adalah Iqnya saja terlihat dari metode – metode pendidikan ang berlangsung di negara kita ini, yang mnjadi parameter kecerdasan adalah yang pandai matematika dan bahasa bagai mana dengan yang pandai musik, olahraga,linguistik yang belum ada penilaianya. Manusia jauh lebih canggih dari sebuah komputer pentium 4 yang tercanggih saat ini. Otak manusia adalah alam semesta mini karena di dalam otak terdapat lapisan – lapisan yang terus berkembang dengan bertambahnya pengetahuan dan pengalaman (interkoneksi antar sel syaraf (10 – 15 miliar neuron) dalam otak). Otak tersusun dari kumpulan neuron, dimana neuron merupakan sel saraf panjang seperti kawat yang mengantarkan pesan-pesan listrik lewat sistem saraf dan otak. Sel-sel pada suatu daerah otak menghubungi bagian-bagian tubuh yang lain secara kontinyu dan otomatis. Neuron ini mengirimkan sinyal dengan menyebar secara terencana, semburan listrik terhentak-hentak yang membentuk bunyi yang jelas (kertak-kertuk) yang timbul dari gelombang kegiatan neuron yang terkoordinasi, dimana gelombang itu sebenarnya sedang mengubah bentuk otak dan membentuk sirkuit otak menjadi pola-pola yang lama kelamaan akan menyebabkan bayi yang lahir nanti mampu menangkap suara, sentuhan, dan gerakan Secara global otak manusia dapat dibagi menjadi tiga bagian besar yaitu : * Proencephalon (forebrain,otak depan) Dalam otak depan ini ada dua bagian penting yaitu cerebrum (otak besar) yang dua belahan besar yang disebut hemisfer kanan (musik, kinestetik, spasial, fantasi) dan kiri (linguistik, matematika, sain, menulis, logika) diluar hemisfer ada bonghan –bongkahan (lobus) yang saling membagi yang menyokong kulit otak yaitu lobus frontal yang (dahi) yang berfikir , mengonsep dan merencanakan, lobus temporal (seputar telinga) yang bertanggung jawab terhadap persepsi suara dan bunyi, lobus pariental (puncak kepala) kegiatan berfikir terutama mengatur memori bekerjasama dengan lobus occipical (dibelakang kepala) yang mengatur kerja pengelihatan.

* Mesencephalon (midbrain,otak tengah)

* Rhombecephalon (hinbrain,otak belakang)

”Dualisme Otak ” Roger Sperry

BELAHAN OTAK

KIRI

KANAN

Pikiran

Abstrak, Linier, Analitis

Kongkrit, Holistik

Gaya Berfikir

Rasional, Logis

Intuitif, Artistik

Bahasa

Kaya kata – kata, kalimat, dan tata bahasa yang baik

Tidak ada tata bahasa dan kalimat, sedikit kata – kata

Kemampuan memutuskan

Introfeksi, berkehendak, berinisiatif, mengenal diri,

Lowsence of self, kurang inisiatif

Kekhususan Fungsi

Membaca, menulis, aritmatika, keterampilan motorik dan sensorik

Musik, mimpi yang dalam, imajinasi, seni

Waktu

Sekuensial, terukur

Tak berwaktu

Orientasi Spasial

Kurang aktif

Aktif untuk ruang atau gambar

Aspek Psikoanalitik Ego, Sadar, Super Ego

Ide, mimpi, asosiasi bebas, mimpi

Tipe Ideal

Aristoteles, Max, Freud

Plato, nietsze

Dalam Al Quran otak manusia juga menjadi bahasan yang penting akan tetapi bahasa Al Quran yang universal yang harus ditelaah lebih dalam. Dalam surat Al Anfal (8) ayat 22 : ”sesungguhnya, seburuk – buruknya mahluk melata disisi Allah ialah mereka yang tuli dan bisu, yang tidak menggunakan akal” berdasarkan ayat di atas ini dapat kita tafsirkan secara singkat bahwa kerja dan fungsi akal saja yang membedakan manusia dengan binatang, dan manusia dengan manusia. Menurut Yusuf Qardhawi, penyebutan dalam bentuk istifham inkari (pertanyaan retoris) seperti ’afala ta’qilun adalah hal menonjol dalam Al Quran yang bermaksud memberi motivasi, semangat dan dorongan kepada manusia untuk menggunkan akalnya. Semua kata diatas emberi penekanan pada esensi pikiran yang pasti melibatkan organ otak. Inventarisasi ayat – ayat Al Quran yang memakai kata – kata akal dapat kita klasifikasikan dalam tiga bagian :

1. Teologi yang bersangkut pada keimanan (fungsi spitual/ Qolbu),

2,Kosmologi yang menyangkut pemahaman dan keberadaan alam semesta baik mikro maupun makro (fungsi akal yang berfikir/ otak),

3. Moralitas yang menyangkut etika pribadi dan etika social (nafsu). Dalam hadist dikatakan bahwa “dalam diri manusia ada segumpal daging, bila daging itu baik maka baiklah manusia itu, jika daging itu jelek maka jeleklah manusia itu”. Kata segumpal daging disini adalah kata benda bukan sesuatu yang abstak maka segumpal daging bukan qolbu yang selama ini kita pahami melainkan otak. Karena ;

1. Otak manusia seperti yang sudah disebutkan diatas memiliki tiga fungsi yaitu rasional logis, emosional intuitif, dan spiritual.

2. kita pandang akal secara fungsional berfungsi untuk menelaah, mengerti, mengambil pelajaran dari fenomena yang ada, fungsi moral yang membedakan baik dan buruk. Dalam daerah pelipis (regio temporalis) dan daerah dahi (regio frontalis) dalam otak manusia berfungsi membedakan baik dan buruk. Umat Islam percaya bahwa didalam dirinya ada ruh Tuhan yang dihembuskan disetiap diri manusia untuk menyempurnakannya.

Jadi memang secara lahiriah setiap manusia pasti merasakan akan kehadiran Tuhan yang menyebabkan banyak filsuf yang mencari keberaan Tuhannya seperti Friedrich Wilhem Nietzshe, Max Plack, Charles Darwin, Al – kindi, Ibnu Rusyd, Nabi Musa, Al Hallaj, Syeh Siti Jenar, dan masih banyak lagi walaupun hasilnya tidak sama. Menurut Al Farraby yang membagi akal menjadi sepuluh bagian dalam istilah – istilah kosmologi, otak manusia mempunyai potensi untuk bertemu dengan Tuhan dengan memaksimalkan fungsi otak secara keseluruhan membawa akal menjadi akal aktif mencapai pada tingkal akal kesepuluh yang dapat kontak dengan jibril. Karena akal kesepuluh inilah yang merupakan pikiran Tuhan yang tercurahkan dalam ciptaan Nya.

Dalam neurosains Ada 4 tingkat kesadaran manusia, yaitu:

1. Tingkat Delta, tingkat tidur nyenyak, frequensi otak sekitar 0,5–3,5 Hz . Tingkat paling mudah disugesti, pada tingkat inilah cuci otak dapat dilakukan.

2. Tingkat Theta pada saat dia tidur dan bermimpi, dimana frequensi otak sekitar 3,5-7 Hz. Banyak terapi hipnotis dilakukan pada tingkat ini. Pada kondisi ini otak bekerja secara baik dan jernih. Meditasi adalah salah satu sarana untuk menciptakan kondisi tersebut, dalam islam sholat yang kita lakukan sehari – hari membantu untum membiasakan otak tuk mencapai tingkat ini untuk melahirkan ide – ide kreatif dan mencari jawaban yang buntu.

3. Tingkat Alpha, tingkat bawah sadar dimana frequensi otak mencapai antara 7-13 Hz. Tingkat keadaan bermimpi, imajinasi sangat tinggi melampaui batas2 rasional. Pada tingkat ini otak dalam kondisi paling kreatif, pada tingkat inilah anda dapat menyadap dan bergabung dengan energi / getaran yang ada di alam semesta.

4. Tingkat Beta, tingkat terjaga atau sadar penuh, disinilah pemikiran dua rasional akan bekerja secara maksimal. Pada tingkat ini frequensi otak bekerja sekitar 14-21 Hz.

Selain empat tingkat kesadaran yang diatas ada juga tingkat kesadaran yang mirip dengan akal kesepuluhnya Al Farabi yang disebut potensi spiritual dan hardware of God yang bermula dari Osilasi 40 Hz Denis Pare dan Rudolfo Llinas yang dikembangkan dalam SQ nya Danah Zohar dan Ramachandran yang menemukan God Spot yang bertempat di lokus temporal. Oleh karena itu dia berani mengatakan tuhan bertempat yang bersinggahsana dalam lokus temporal.

Kajian dan Analisa tentang Tren Terbaru Profesi Software Engineer

Pengantar

Tidak bisa dipungkiri bahwa seperti juga negara berkembang lain dalam fase pembangunan fisik (infrastruktur), mungkin network engineer lebih “laku dijual” daripada software engineer. Tapi kalau kita mau mempelajari laporan IDC Professional Developer Model pada tahun 2004, diperkirakan jumlah pengembang profesional di Indonesia adalah 56.500 orang (menyumbang 0.5% dunia) dan akan meningkat sampai 71.600 orang di tahun 2008. Jumlah software house di Indonesia juga tercatat meningkat ke arah diatas 250 perusahaan, dan diperkirakan akan menjadi dua kali lipat pada 5 tahun mendatang. Ini modal besar dan tentu peluang yang sangat besar yang sayang kalau dilewatkan.

Sejarah dan Terminologi SE

Istilah software engineering, pertama kali digunakan pada akhir tahun 1950-an dan sekitar awal 1960-an. Pada tahun 1968, NATO menyelenggarakan konferensi tentang software engineering di Jerman dan kemudian dilanjutkan pada tahun 1969. Meski penggunaan kata software engineering dalam konferensi tersebut menimbulkan debat tajam tentang aspek engineering dari pengembangan perangkat lunak, banyak pihak yang menganggap konferensi tersebutlah yang menjadi awal tumbuhnya profesi rekayasa perangkat lunak. Pada sebuah conference bertema pengembangan software di tahun 1969, yang dipicu terjadinya software krisis di dunia. Software krisis muncul karena lahirnya komputer generasi ke 3 yang sudah mulai menggunakan IC, bentuk komputer lebih kecil dan perubahan berbagai teknologi semakin memudahkan kita mengembangkan software berskala besar. Masalahnya, ini tidak diimbangi oleh adanya metodologi yang tepat berhubungan dengan bagaimana software yang kompleks dikembangkan. Industri dan pengembangan software tidak bisa lagi dipandang lagi seperti industri kerajinan tangan atau perkebunan. Pendekatan informal tidak cukup efektif baik secara biaya, waktu dan kualitas dalam pengembangan software. Metodologi dan proses yang standard, termasuk juga software engineering body of knowledge kemudian disusun dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan riset dan teknologi. Software engineering menjelma menjadi sebuah disiplin ilmu baru. Pekerjaan yang diharapkan para mahasiswa/i jurusan computing di berbagai dunia, yaitu Software Engineer.

Peluang Kerja Software Engineering

Mengutip sebuah survey yang telah dilakukan oleh PT Work IT Out yang dipimpin oleh Heru Nugroho, meski masih banyak dibutuhkan didalam negeri, peluang kerja bagi tenaga kerja TI untuk keluar negeri pun terbuka luas, Kesempatan tetap terbuka, apalagi didukung oleh faktor bergesernya dominasi India yang dikenal sebagai sumber SDM TI, tawaran gajinya pun cukup menggiurkan. Bayangkan, untuk tenaga kerja TI kelas pemula sampai menengah, perusahaan diluar negeri berani menawarkan upah sekitar US$ 400 sampai US$ 600 (sekitar Rp 3, 6 juta sampai Rp 5,5 juta) per bulan. Di kelas yang sama di alam negeri, paling mereka hanya ditawarkan gaji sekitar Rp 900.000 sampai Rp 2,5 juta per bulannya. Itu baru yang pemula. Untuk yang sudah punya keahlian spesifik dan berpengalaman, di luar negeri gajinya bisa mencapai US$ 2.000 – 2.500 (sekitar Rp 18,2 juta sampai 22,7 juta) per bulan. Tiga kali lipat dibanding di dalam negeri yang pasarannya sekitar Rp 7 sampai 10 juta. Bidang kerja TI yang terbuka pun beragam dan hampir sama dengan yang ada di lokal. Kebetulan kebanyakan yang dicari adalah engineer untuk networking dan wireless serta programmer. Kelihatannya trend yang sedang terjadi adalah orang atau perusahaan ingin membuat perangkat networking seperti produk dari Cisco. Untuk itu memang dibutuhkan banyak orang yang dapat membuat program dalam level C, C++ dengan real-time OS dan memiliki latar belakang (pengetahuan) dibidang telekomunikasi dan networking. Lowongan webmaster, UNIX administratorpun tidak sedikit. Jenis-jenis lowongan pekerjaan yang ditawarkan sangat banyak, hanya saja, tenaga TI yang memiliki kemampuan terspesialisasi seringkali dicari, sayangnya agak susah mencari tenaga kerja yang sudah spesifik. Selain contoh di atas, kita ambil negara lain seperti Jerman. Mengapa negara sekaliber Jerman mesti mendapat suplai tenaga TI dari luar negaranya ? Kurang sumber daya ? Dugaan itu ternyata betul. Perkembangan pesat teknologi informasi memang tidak hanya membuat ketar-ketir negara dunia ketiga, negara “dunia pertama” macam Jerman pun mulai merasakan akibatnya: kekurangan pakar TI yang tidak bisa didapatkan dari kalangan sendiri. Maklum, jumlah yang dibutuhkan juga tak bisa dibilang sedikit. Tercatat saat ini sekitar 75.000 orang diperlukan oleh Jerman. Itu baru Jerman, belum negara lain. Tahukah Anda ternyata negara sebesar dan semaju Amerika Serikat pun masih mengimpor tenaga TI dari negara-negara di Asia, seperti India dan Cina. Lowongan dari luar Indonesia untuk tenaga kerja TI kita banyak. yang tercatat pada kami bisa puluhan ribu lowongan,” jelas Edi S. Tjahya, managing director JobsDB.com – sebuah portal informasi lowongan kerja. Lowongan sebanyak itu pun baru untuk wilayah Asia Pasifik. Secara kualitatif, kondisi sumber daya manusia Indonesia di bidang IT tidak kalah kualitas dibanding SDM dari negara seperti India sekalipun, papar Heru Nugroho, CEO PT Work IT Out, sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja TI ke luar negeri.

Ada banyak hal yang harus disiapkan dalam membentuk SDM dengan profesi software engineer ini yaitu :

1· Memperbaiki kurikulum pendidikan jurusan computing, khususnya bidang Software Engineering termasuk untuk development technique, standard methodology, certification, management, dan entrepreneurship

2· Keterlibatan pemerintah diperlukan dalam membuat pipa antara software developer dan pasar, juga masalah kebijakan proteksi ke perusahaan software lokal

3· Mengarahkan SDM software engineer kita untuk memiliki keunggulan defacto (kreatifitas) dan keunggulan dejure (degree) sekaligus, dalam level sesuai dengan kemampuan yang bisa diraih

4· Membina para spesialis software engineer kita untuk menjadi seorang versatilist, karena Gartner Group memperkirakan dalam laporan khususnya bahwa dalam tahun 2010, pasar IT dunia akan dikuasai oleh para versatilist, yang menggerus 40% lapangan kerja spesialis

5· Memanfaatkan Internet sebagai alat softmarketing, personal branding dan knowledge sharing. Dengan populasi lebih dari 1 miliar pada tahun 2008 ini, mau tidak mau, suka tidak suka, kita akan masuk, bersentuhan dengan Internet dan secara tidak sadar Internet membentuk kultur dan behavior baru dalam kehidupan sehari hari. Sekali lagi tidak ada satu media massapun yang akan bisa menandingi oplah media bernama Internet ini.

Kedepan, memang bukan secara spesifik bukan hanya software engineer yang disebutkan oleh Gartner yaitu SDM TI harus mengarah kepada “IT versatilist”. Istilah tersebut mengandung makna yaitu orang-orang yang memiliki pengalaman, kemampuan menjalankan berbagai tugas yang beragam dan multidisiplin (versatile), dimana semua itu untuk menciptakan suatu pengetahuan (baru), kompetensi dan keterkaitan (context) yang kaya dan padu guna mendorong peningkatan nilai bisnis. Sifat sang versatilis adalah fleksibel terhadap teknologi, orientasi utamanya adalah untuk memberikan solusi sesuai requirement (kebutuhan) yang diminta oleh sang customer. Versatilis bukan seorang generalis yang mengenal semua bidang dan teknologi tapi hanya kulitnya (dangkal). Versatilis tidak terlahir tiba-tiba, tapi karena pengalaman matang menjadi seorang spesialis. Versatilis juga bukan spesialis yang hanya mengerti cakupan bidang yang sempit, meskipun dalam. Versatilis adalah seorang spesialis yang berpikir lebih luas, berwawasan, matang, penuh perhitungan, mengerti tentang bisnis, orientasi kerja untuk memberi solusi, mampu bekerjasama (membangun networking) dengan orang-orang TI lain maupun non TI, dan yang pasti tidak mengkotakkan dirinya pada sebuah teknologi, tool atau platform.

Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Rekayasa_perangkat_lunak http://yainal.web.id/study-and-career/peneliti-teknologi-informasi-profesi-paling-di-cari-di-eropa http://romisatriawahono.net/2008/06/30/software-engineer-sebagai-sebuah-profesi/ http://romisatriawahono.net/2006/02/24/arah-sdm-ti-dari-spesialis-ke-versatilis/

Harga Lisensi BWA Melejit Jadi Setengah Triliun

Jakarta – Harga penawaran lelang frekuensi broadband wireless access (BWA) yang berhasil dimenangkan peserta tender, melejit naik sembilan kali lipat dari harga dasar (reserved price) Rp 52,35 miliar untuk 15 zona yang dilelang.

Dengan demikian, total uang negara yang berhasil diraup pemerintah bisa dibilang hampir mencapai setengah triliun rupiah (Rp 52,35 miliar * 9 = Rp 471,15 miliar ) dari rentang frekuensi 30 MHz di pita lebar 2,3 GHz tersebut.

“Bocoran dari hasil lelang yang baru berakhir siang ini, harga akhir penawaran naik sembilan kali lipat dari reserved price,” ujar Menkominfo Mohammad Nuh di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (16/7/2009).

Dalam acara yang masih berlangsung, Nuh mengaku senang bahwa lelang BWA secara elektronik ini (e-auction) telah berjalan dengan baik tanpa gangguan berarti.

Sebelumnya pemerintah menetapkan harga dasar penawaran sebesar Rp 52,35 miliar untuk penawaran di 15 zona, masing-masing terdiri dari dua blok masing-masing 15 MHz.