REVOLUSI IQ/EQ/SQ ANTARA NEUROSAINS DAN AL QURAN


PARADIKMA BRAIN ANTARA NEUROSAINS DAN AL QURAN

Kita sering mengatakan dan mendengar bahwa manusia adalah mahluk yang paling sempurna di dunia ini, apakah kita tau dimana letak kesempurnan dari manusia itu sendiri?. Pertanyaan riangan ini belum tentu semua manusia dapat menjawab dan menjelaskannya. Ketika manusia sudah mulai berfikir tentang exsistensinya maka muncullah teori – teori tentang kesempurnan manusia, salah satunya pembahasan tentang otak manusia baik secara organ maupun non organ. Munculah teori tentang IQ (Intelegence Quotient) yang di perkenalkan oleh William Stern, pendapat ini dibantah oleh Daniel Goleman yang nyatakan IQ hanya menyumbangkan 5-10% saja dari kecerdasan manusia kemudian diperkenalkanlah konsep baru EI (Emosional Intelegences), Howard Gardner memperkenalkan Teori MI (Multiple Integence) yang menggabungkan antara IQ, EQ dan SQ dan masih banyak lagi konsep – konsep tentang otka manusia. Dalam teori MI disebutkan ada tujuh jenis kecerdasan yang harus dimiliki sebagai kunci sikses : linguistik (berbicara), Matermatik, spasial (pengenalan ruang), Kinestetik(gerak tubuh), musik, people smart (antar pribadi), self smart ( interpribadi), natural, eksistensia, dan spiritual dimana setiap orang memiliki kecerdasan yang berbeda – beda. Di Indonesia otak masih menjadi raksasa tidur yang belum di kelola secara matang. Secara kodrati manusia di berikan nafsu, akal (nous), nurani yang kesemuanya itu terinclude dalam Intelegen, emosional dan spiritual. Yang sekarang masih umum di kembangkan di Indonesia adalah Iqnya saja terlihat dari metode – metode pendidikan ang berlangsung di negara kita ini, yang mnjadi parameter kecerdasan adalah yang pandai matematika dan bahasa bagai mana dengan yang pandai musik, olahraga,linguistik yang belum ada penilaianya. Manusia jauh lebih canggih dari sebuah komputer pentium 4 yang tercanggih saat ini. Otak manusia adalah alam semesta mini karena di dalam otak terdapat lapisan – lapisan yang terus berkembang dengan bertambahnya pengetahuan dan pengalaman (interkoneksi antar sel syaraf (10 – 15 miliar neuron) dalam otak). Otak tersusun dari kumpulan neuron, dimana neuron merupakan sel saraf panjang seperti kawat yang mengantarkan pesan-pesan listrik lewat sistem saraf dan otak. Sel-sel pada suatu daerah otak menghubungi bagian-bagian tubuh yang lain secara kontinyu dan otomatis. Neuron ini mengirimkan sinyal dengan menyebar secara terencana, semburan listrik terhentak-hentak yang membentuk bunyi yang jelas (kertak-kertuk) yang timbul dari gelombang kegiatan neuron yang terkoordinasi, dimana gelombang itu sebenarnya sedang mengubah bentuk otak dan membentuk sirkuit otak menjadi pola-pola yang lama kelamaan akan menyebabkan bayi yang lahir nanti mampu menangkap suara, sentuhan, dan gerakan Secara global otak manusia dapat dibagi menjadi tiga bagian besar yaitu : * Proencephalon (forebrain,otak depan) Dalam otak depan ini ada dua bagian penting yaitu cerebrum (otak besar) yang dua belahan besar yang disebut hemisfer kanan (musik, kinestetik, spasial, fantasi) dan kiri (linguistik, matematika, sain, menulis, logika) diluar hemisfer ada bonghan –bongkahan (lobus) yang saling membagi yang menyokong kulit otak yaitu lobus frontal yang (dahi) yang berfikir , mengonsep dan merencanakan, lobus temporal (seputar telinga) yang bertanggung jawab terhadap persepsi suara dan bunyi, lobus pariental (puncak kepala) kegiatan berfikir terutama mengatur memori bekerjasama dengan lobus occipical (dibelakang kepala) yang mengatur kerja pengelihatan.

* Mesencephalon (midbrain,otak tengah)

* Rhombecephalon (hinbrain,otak belakang)

”Dualisme Otak ” Roger Sperry

BELAHAN OTAK

KIRI

KANAN

Pikiran

Abstrak, Linier, Analitis

Kongkrit, Holistik

Gaya Berfikir

Rasional, Logis

Intuitif, Artistik

Bahasa

Kaya kata – kata, kalimat, dan tata bahasa yang baik

Tidak ada tata bahasa dan kalimat, sedikit kata – kata

Kemampuan memutuskan

Introfeksi, berkehendak, berinisiatif, mengenal diri,

Lowsence of self, kurang inisiatif

Kekhususan Fungsi

Membaca, menulis, aritmatika, keterampilan motorik dan sensorik

Musik, mimpi yang dalam, imajinasi, seni

Waktu

Sekuensial, terukur

Tak berwaktu

Orientasi Spasial

Kurang aktif

Aktif untuk ruang atau gambar

Aspek Psikoanalitik Ego, Sadar, Super Ego

Ide, mimpi, asosiasi bebas, mimpi

Tipe Ideal

Aristoteles, Max, Freud

Plato, nietsze

Dalam Al Quran otak manusia juga menjadi bahasan yang penting akan tetapi bahasa Al Quran yang universal yang harus ditelaah lebih dalam. Dalam surat Al Anfal (8) ayat 22 : ”sesungguhnya, seburuk – buruknya mahluk melata disisi Allah ialah mereka yang tuli dan bisu, yang tidak menggunakan akal” berdasarkan ayat di atas ini dapat kita tafsirkan secara singkat bahwa kerja dan fungsi akal saja yang membedakan manusia dengan binatang, dan manusia dengan manusia. Menurut Yusuf Qardhawi, penyebutan dalam bentuk istifham inkari (pertanyaan retoris) seperti ’afala ta’qilun adalah hal menonjol dalam Al Quran yang bermaksud memberi motivasi, semangat dan dorongan kepada manusia untuk menggunkan akalnya. Semua kata diatas emberi penekanan pada esensi pikiran yang pasti melibatkan organ otak. Inventarisasi ayat – ayat Al Quran yang memakai kata – kata akal dapat kita klasifikasikan dalam tiga bagian :

1. Teologi yang bersangkut pada keimanan (fungsi spitual/ Qolbu),

2,Kosmologi yang menyangkut pemahaman dan keberadaan alam semesta baik mikro maupun makro (fungsi akal yang berfikir/ otak),

3. Moralitas yang menyangkut etika pribadi dan etika social (nafsu). Dalam hadist dikatakan bahwa “dalam diri manusia ada segumpal daging, bila daging itu baik maka baiklah manusia itu, jika daging itu jelek maka jeleklah manusia itu”. Kata segumpal daging disini adalah kata benda bukan sesuatu yang abstak maka segumpal daging bukan qolbu yang selama ini kita pahami melainkan otak. Karena ;

1. Otak manusia seperti yang sudah disebutkan diatas memiliki tiga fungsi yaitu rasional logis, emosional intuitif, dan spiritual.

2. kita pandang akal secara fungsional berfungsi untuk menelaah, mengerti, mengambil pelajaran dari fenomena yang ada, fungsi moral yang membedakan baik dan buruk. Dalam daerah pelipis (regio temporalis) dan daerah dahi (regio frontalis) dalam otak manusia berfungsi membedakan baik dan buruk. Umat Islam percaya bahwa didalam dirinya ada ruh Tuhan yang dihembuskan disetiap diri manusia untuk menyempurnakannya.

Jadi memang secara lahiriah setiap manusia pasti merasakan akan kehadiran Tuhan yang menyebabkan banyak filsuf yang mencari keberaan Tuhannya seperti Friedrich Wilhem Nietzshe, Max Plack, Charles Darwin, Al – kindi, Ibnu Rusyd, Nabi Musa, Al Hallaj, Syeh Siti Jenar, dan masih banyak lagi walaupun hasilnya tidak sama. Menurut Al Farraby yang membagi akal menjadi sepuluh bagian dalam istilah – istilah kosmologi, otak manusia mempunyai potensi untuk bertemu dengan Tuhan dengan memaksimalkan fungsi otak secara keseluruhan membawa akal menjadi akal aktif mencapai pada tingkal akal kesepuluh yang dapat kontak dengan jibril. Karena akal kesepuluh inilah yang merupakan pikiran Tuhan yang tercurahkan dalam ciptaan Nya.

Dalam neurosains Ada 4 tingkat kesadaran manusia, yaitu:

1. Tingkat Delta, tingkat tidur nyenyak, frequensi otak sekitar 0,5–3,5 Hz . Tingkat paling mudah disugesti, pada tingkat inilah cuci otak dapat dilakukan.

2. Tingkat Theta pada saat dia tidur dan bermimpi, dimana frequensi otak sekitar 3,5-7 Hz. Banyak terapi hipnotis dilakukan pada tingkat ini. Pada kondisi ini otak bekerja secara baik dan jernih. Meditasi adalah salah satu sarana untuk menciptakan kondisi tersebut, dalam islam sholat yang kita lakukan sehari – hari membantu untum membiasakan otak tuk mencapai tingkat ini untuk melahirkan ide – ide kreatif dan mencari jawaban yang buntu.

3. Tingkat Alpha, tingkat bawah sadar dimana frequensi otak mencapai antara 7-13 Hz. Tingkat keadaan bermimpi, imajinasi sangat tinggi melampaui batas2 rasional. Pada tingkat ini otak dalam kondisi paling kreatif, pada tingkat inilah anda dapat menyadap dan bergabung dengan energi / getaran yang ada di alam semesta.

4. Tingkat Beta, tingkat terjaga atau sadar penuh, disinilah pemikiran dua rasional akan bekerja secara maksimal. Pada tingkat ini frequensi otak bekerja sekitar 14-21 Hz.

Selain empat tingkat kesadaran yang diatas ada juga tingkat kesadaran yang mirip dengan akal kesepuluhnya Al Farabi yang disebut potensi spiritual dan hardware of God yang bermula dari Osilasi 40 Hz Denis Pare dan Rudolfo Llinas yang dikembangkan dalam SQ nya Danah Zohar dan Ramachandran yang menemukan God Spot yang bertempat di lokus temporal. Oleh karena itu dia berani mengatakan tuhan bertempat yang bersinggahsana dalam lokus temporal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: